Sleman-- Tanggal 22 Juli 2020 Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 15 perwakilan warga di Kantor Desa Wonokerto, Turi, Sleman masing-masing sebesar Rp15 juta. Bantuan secara simbolis diberikan dalam bentuk buku rekening Bank Sleman oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo didampingi oleh Suyono, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Sleman dan Bagus Hudoyono, Direktur Bisnis Bank Sleman.

Bank Sleman turut membantu dalam penyaluran dana RTLH bekerjasama dengan Dinas PUPKP Kabupaten Sleman dalam upaya mempercepat pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dengan mewujudkan rumah yang layak huni bagi masyarakat yang kurang mampu oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.  “Rencana penyaluran dana kepada 266 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang akan disalurkan mulai tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan 29 Juli 2020 melalui Kantor Cabang dan Jaringan Kantor Bank Sleman terdekat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ” jelas Bagus Hudoyono, Direktur Bisnis              Bank Sleman.

Suyono, mengatakan data RTLH di Kabupaten Sleman sebanyak 11.422 rumah dan tertangani dari tahun 2010 hingga 2020 sebanyak 9.049 rumah.

“Penanganan RTLH di Kabupaten Sleman tahun 2020 ini sebanyak 1.248 rumah senilai Rp 21,94 miliar, dengan rincian dari APBD Kabupaten Sleman sebanyak 266 rumah, Dana Alokasi Khusus (DAK) 165 rumah, BSPS 808 rumah, dan Baznas Kabupaten Sleman 9 rumah,” jelas Suyono.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menegaskan bahwa upaya rehabilitasi RTLH yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman perlu digalakkan dan dikerjakan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan. Mengingat RTLH di Kabupaten Sleman yang memerlukan penanganan saat ini masih sebanyak 2.373 rumah.

Di akhir acara, Bupati Sleman secara simbolis meletakkan batu pertama di rumah milik Harmadi, salah satu warga penerima bantuan yang bertempat tinggal di Becici, Wonokerto, Turi, Sleman. (Cha)