Sleman- Guna mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat, mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan inisiasi dari Otoritas Jasa Keuangan penyelenggaraan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan dengan melibatkan Lembaga Jasa Keuangan dan stakeholder terkait;

Bank Sleman turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan dengan peningkatan akses keuangan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sleman. Sasaran yang dibidik Bank Sleman selaras dengan program kerja TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) Kabupaten Sleman adalah pelajar, pelaku UKM, disabilitas, lansia dan masyarakat kurang mampu. Seperti halnya dengan kegiatan penyerahan bantuan kepada penyandang cacat (difabel) berat yang telah dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2020 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman yang dihadiri oleh sejumlah pejabat Kabupaten Sleman dan wali penerima bantuan. Pelaksana kegiatan adalah Dinas Sosial bekerjasama dengan Bank Sleman dalam penyalurannya. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Bupati Sleman dengan menyerahkan Buku Tabungan ‘TabunganKu”Bank Sleman. Muhamad Sigit selaku Dirut Bank Sleman menyampaikan bahwa Bank Sleman berpartisipasi pada kegiatan Bulan Inklusi Keuangan, kali ini Kami membukakan rekening tabungan untuk para difabel berat yang mendapatkan bantuan dari Pemkab Sleman  sebanyak 110 penerima untuk tahap pertama, selanjutnya sisanya menunggu instruksi dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman.            M. Sigit menambahkan bahwa Bank Sleman selalu siap menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai bank penyalur untuk bantuan-bantuan sosial maupun dana-dana lainnya, jadi tidak hanya semata-mata untuk bisnis saja.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, S.IP dalam laporannya menyampaikan tahun 2020 total bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman kepada difabel berat adalah sebesar Rp534 juta untuk 225 penerima yang terbagi menjadi 2 tahapan.

Pada kesempatan ini, Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan untuk membantu memudahkan difabel dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan bagi pelaku UMKM difabel yang saat ini usahanya sedang mengalami penurunan akibat dampak dari pandemi COVID-19 bantuan ini diharapkan dapat menambah modal usaha.  (des)